Beragama atau Agnostic?

Seringkali berdiskusi secara langsung tentang apa itu iman?  , apa itu agama? , mengapa ada agama?,  bagaimana jika tidak ada agama? bagaimana cara masuk surga? dan pertanyaan pertanyaan lain bersangkutan dengan agama dan iman.

Berdasarkan kitab suci, buku buku yang mengisahkan para nabi, serta pendapat para sahabat, menghasilkan diskusi sebagai berikut.  

Jika kita lihat sejarah perkembangan manusia dan agama menurut Islam, agama muncul setelah diturunkan kitab kepada nabi (manusia yang menjadi utusan Tuhan).

Dari pertama kali nabi Adam diciptakan hingga diturunkan ke bumi, fitrah manusia adalah menyembah Tuhan. Manusia pertama menyadari betul bahwa diri ini milik Tuhan, untuk Tuhan, dan kembali kepada Tuhan. Oleh karena itu Adam dan Hawa serta keturunannya hidup dalam kesadaran penuh menyembah kepada Tuhan dan percaya dengan satu Tuhan.

Seiring berjalannya waktu, manusia semakin berkembang, semakin kompleks, semakin muncul inovasi inovasi dalam hidup. Setelah nabi Adam wafat, manusia yang diciptakan  untuk menyembah Tuhan ternyata lupa diri. Semakin brutal, sadis, jahat, melakukan kecurangan, mendiskriminasi sesama manusia, bahkan melupakan Tuhan yang menciptakan mereka, menciptakan Tuhan baru, jauh dari fitrahnya sebagai manusia. Ternyata hal ini dikarenakan ketidak mampuan manusia dalam menangkis bujuk rayu setan.

Dalam hal ini Tuhan menurunkan aturan dan peringatan kepada manusia melalui manusia juga yang diutus (Nabi). Aturan aturan ini dibuat agar manusia tetap didalam koridornya, tetap didalam fitrahnya sebagai manusia. 

Sampai disini, tiba tiba teman saya nyeletuk : 

katamu tadi agama hadir untuk mengatur kehidupan. Karena manusia dimuka bumi ini semakin tidak terkendali, semakin anarkis, sadis, dan jauh dari Tuhan. Tapi nyatanya dek, agama menjadi isu terbesar kedua yg menyebabkan pertumpahan darah setelah perebutan tanah”

Lanjut..

Agama muncul dimuka bumi ini setelah keadaan manusia dimuka bumi semakin carut marut. Adanya agama yg berisi aturan aturan, dan petunjuk agar selalu berada dijalan Tuhan tidak sepenuhnya berhasil menyudahi kekejian manusia. Bahkan ditakut takuti dengan panasnya api neraka saja masih kurang mempan. Di iming imingi indahnya surga saja masih kurang berhasil. Agama dijadikan alasan pertumpahan darah, itu kurang tepat. Mungkin iya, konteksnya berbau agama atau menyinggung agama. Tapi sebenarnya apa sih yg ada dibalik itu? Hal dasar, paling dasar yg melandasi terjadinya konflik?

“Nafsu”

Kita sebagai manusia yg dianugerahi nafsu, sangat sulit menjadi manusia suci. Terlebih, nafsu bisa dengan mudahnya menjadikan kita setan dalam bentuk manusia. Nafsu untuk memiliki, sombong merasa paling benar, paling pintar, nafsu duniawi, nafsu surgawi.

Seiring perkembangan zaman, pola pikir dan pola hidup masyarakat semakin maju,  Teknologi semakin canggih.  Cara cara setan menggoda manusia juga semakin hebat.

Manusia semakin tidak bisa membedakan sesuatu yang salah dan sesuatu yang benar. Kejahatan dibungkus sucinya agama, dan kebenaran ditutup rapat rapat dengan alih alih hukum manusia.

Ternyata, Tuhan jauh lebih tau keadaan manusia dimasa yang akan datang. Oleh karena itu kitab awal diturunkan tidak lagi relevan. Diturunkan kitab atau aturan baru untuk melengkapi kitab sebelumnya. Begitu seterusnya,  hingga munculnya islam.

Sampai disini, bisa kita simpulkan bahwa kitab dan agama muncul untuk satu hal “menjaga manusia didalam fitrahnya menyembah satu Tuhan”

Muncul pemikiran :

“kalau kesimpuannya seperti itu, boleh dong kita jadi Agnostic?”

Agnostic secara garis besar digambarkan sebagai manusia yang menyembah dan mengimani adanya Tuhan, tanpa terikat agama apapun.

Menerapkan hal ini dizaman nabi Adam memang masih relevan. Karena dizaman tersebut masalah dimuka bumi ini belum kompleks dan bujuk rayu setan belum sehebat sekarang. Iman manusia masih bisa terjaga walaupun hanya dengan satu atau dua peraturan Tuhan,dibawah pengawasan langsung para nabi. 

Jika mengimani satu Tuhan dan mencintainya, berarti kita juga harus mengikuti saran saranNya. Saran untuk mengikuti agama dan kitab yang diturunknnya. Karena Tuhan tau, manusia tidak akan bertahan dalam koridor fitrah tanpa adanya aturan ketat dari Nya.

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s