Pro Kontra Zero Waste

Setelah ditemukannya sampah seberat 5.9kg didalam perut paus sperma yg mati diperairan Wakatobi, banyak media sosial memberitakan kejadian tersebut, salah satunya harian kompas. Berita tersebut menuai kritikan dari berbagai penjuru Indonesia terutama dikalangan aktivis peduli lingkungan. Karena mirisnya sampah plastik tersebut berupa limbah rumah tangga. Ada tutup botol, botol plastik, sedotan, bungkus sabun, makanan instan, bungkus bumbu instan, bahkan sandal jepit.

Sebenarnya fenomena paus mati ini hanya salah satu dari ribuan fenomena fenomena yg ada. Kasus sampah plastik yg semakin mencemari lingkungan ini pernah saya ikutkan dalam lomba film pendek dengan judul “No plastic bag” sekitar 2015 silam (walaupun gak menang hihihi..).

Dibeberapa tempat di Indonesia, sampah plastik yg menumpuk didalam tanah maupun diatas tanah dapat merusak kandungan air didalanya. Zat zat didalam plastik ini dapat terlepas dan menyatu dengan air tanah. Sehingga air bisa mengandung merkuri dan polymer.

Air yg tercemar ini jika dikonsumsi sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan tumbuh kembang anak.

Tidak hanya itu, limbah rumah tangga yg mencemari laut juga menyebabkan air laut mengandung merkuri. Sehingga ikan ikan dilaut berbahaya untuk dikonsumsi, terutama oleh ibu hamil. Tumbuh kembang anak didalam kandungan dapat terhambat bahkan mengalami gangguan dan terlahir cacat.

Dari semua fenomena yg ada dan akibat akibat yg ditimbulkan munculah gerakan “zero waste”. Gerakan ini mengarah kepada pengurangan penggunaan sampah sampah yg sulit didaur ulang. Sebagai wujud mendukung gerakan ini, beberapa cafe dan restoran cepat saji mulai menerapkan kebijakan dengan tidak memberikan sedotan pada beberapa varian minuman. Bahkan ada gerakan tidak menggunakan kantong plastik.

Di Indonesia sendiri pernah diberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar. Alhasil penggunaan kantong plastik dimasyarakat berkurang hingga 55%. Tetapi penerapan cukai plastik ini belum benar benar menjadi aturan yg diterapkan (masih dalam uji coba). Karena masih menunggu restu DPR dan pemerintah.

Beberapa hal yg memberatkan diberlakukannya kebijakan ini adalah adanya industri industri dan pedagang kecil yg merasa dirugikan. Selain itu juga bisa menimbulkan inflasi, walaupun tidak besar.

Namun… Jika kita lihat, manfaat yg dilihat dan dirasakan lebih besar dari pada efek negatif yg ditimbulkan.

Memang sih.. Penggunaan sampah yg sulit didaur ulang seperti karet dan plastik memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Faktanya dalam kehidupan sehari hari kita tidak bisa lepas dari plastik. Kemasan makanan instan, botol botol minuman, wadah saat berbelanja, dan lain sebagainya.

Nah, dalam memberikan solusi atas masalah ini sekaligus mewujudkan gerakan “zero waste” . Para generasi millenial memberikan beberapa ide ide kreatif. Seperti, mengganti produksi sedotan plastik menjadi sedotan stainless yg dapat digunakan berulang ulang sehingga lebih ramah lingkungan. Membawa tas belanja berbahan dasar kain atau kertas sendiri saat berbelanja. Membawa tumbler atau botol minum sendiri saat hendak membeli minuman diluar. Membawa kotak makan sebagai pengganti plastik mika saat membeli makanan dan masih banyak ide kreatif lainnya.

Sampah sampah plastik bisa didaur ulang. Botol botol plastik yg tidak terpakai bisa diubah menjadi pot bunga, sedotan plastik menjadi hiasan dinding. Banyak cara dan gerakan nyata untuk mengurangi limbah plastik.

Walaupun hal kecil yg kita lakukan, tetapi sangat bermanfaat.

Jadi kamu mau jadi generasi yg mana guys? Pro atau kontra? Silahkan berikan pendapat mu dikolom komentar 😀

sumber : kompas.com|harian tempo|liputan 6.com|hasil diskusi teman teman dan keluarga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s